Sebanyak 17 Kuda Memeriahkan Kirab Budaya di Desa Gandarum

Presisihukumnews.com
Pekalongan (Kajen) - Kirab budaya dalam rangka sedekah bumi desa Gandarum tampak meriah,seluruh pedukuhan terlibat langsung pada acara tersebut dengan membawa gunungan yang berisi buah-buahan,sayur mayur,polowijo dan hasil bumi lainnya,Kamis (30/6/2022).

Karnaval yang di ikuti pedukuhan seperti duku Buaran Selatan dukuh Buaran Utara, dukuh Bandar selatan,dukuh Bandar utara, dukuh Sekarum selatan, dukuh Sekarum utara, dukuh Karagan selatan, dukuh Karagan utara, dukuh Windu dan cokra,semua pedukuhan menampilkan berbagai macam kostum seperti baju tradisional, baju modern dengan di iringi lagu sholawat dengan membawa alat musik seperti rebana dan anglung, serta menampilkan gerak dan kreasi.

Arak-arakan dimulai dari gedung SKB Kajen menuju balai desa Gandarum dengan jarak tempuh kurang lebih 1 Km, arak- arakan tersebut menggunakan setengah bahu jalan raya, karna kantor balai desa Gandarum terletak di tepi jalan raya kajen-peningkaran,sepanjang jalan yang dilalui kirab budaya tersebut tampak petugas keamanan mengatur  lalu lintas agar berjalan tertib dan lancar,keamanan itu dari unsur, kepolisian sektor kajen di bantu personil dari koramil,Linmas,Pemuda pancasila, Lindu aji dan banser gerakan pemuda ansor.


Kepala desa Agus Suyodono dan rombongan tamu undangan sesampai di balai desa setempat dilakukan penyambutan oleh istrii Kades Gandarum, para tamu undangan seperti Camat Kajen Agus Purwanto,SSTp,Map,
Anggpta DPRD Provinsi H. Pujo Widiono,SH,Asda 2 Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, serta istri Wakil Bupati Riswadi yang kebetulan merupakan warga desa Gandarum, kemudian melakukan foto bersama untuk mengabadikan helatan sedekah bumi di balai desa setempat.

Kedes Agus ketika di wawancarai awak media menyampaikan, Sedekah Bumi merupakan tradisi masyarakat yang dilakukan secara turun-temurun dari nenek moyang selama puluhan tahun.

"Tradisi sedekah bumi ini salah satu peninggalan leluhur dalam rangka mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan berupa hasil pertanian. Sekaligus sebagai upaya kami, dalam menjalin silaturahmi diantara masyarakat desa Gandarum,” terang Kades.

Tujuh belas kereta kuda yang mengikuti arak arakan kirab budaya tersebut di naiki oleh para Pejabat Kabupaten Pekalongan, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama dan Mantan Kades Gandarum yang semuannya beserta istri serta istri wakil Bupati yang merupakan warga Gandarum.

Kemeriahan sedekah bumi juga menampilkan atraksi dari perguruan Teratai sakti menunjukan kemampuanya seperti kemampuan menusuk balon dengan mata tertutup, mematahkan herbel dengan menggunakan tangan dan kepala serta membaca tulisan dengan mata tertutup.


Acara puncak dari kirab yaitu berebut gunungan yang isinya buah-buahan,sayur sayuran,polowija dan hasil bumi lainnya, warga saling berdesak-desakan demi mendapatkan isi gunungan tersebut.

Sebelum acara puncak panitia meminta waktu kepada peserta kirab untuk membawa semua gunungan ketengah jalan,depan balai desa Gandarum dan minta kepada pengguna jalan supaya bersabar serta meminta kepada pihak keamanan agar jalan sementara ditutup selama 10 menit untuk melaksanakan prosesi ritual rebutan gunungan.

Setelah selesai pelaksanaan rebut gunungan kemudian panitia meminta kepada keamanan agar membuka kembali jalan tersebut agar pengguna jalan bisa kembali lewat.

Rangkaian kegiatan sedekah bumi di desa Gandarum yaitu do'a bersama, Kirab Budaya dan malamnya ada pegelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Mangun yuwono, dari comal Pemalang, (Mur Dwi R)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Toleransi Desa Kasimpar Dan Sejarah Kristen Jawa Di Pekalongan

Polsek Limpung Melaksanakan Pengamanan Sakramen Perkawinan di Gereja Katolik

Segel Kantor Desa Dibuka, Kades Bandung Batang Siap Lapor Polisi